Ultah Ke-2 Donat ER, Begini Kisah Perjalanan Produk Asli Maros Ini

MAROS, MM – Kamis, 26 Maret 2020, tepat dua tahun Donat ER berproduksi dan menjalankan usahanya. Pada tanggal yang sama tahun 2018, donat modern dengan sentuhan-sentuhan lokal ini diluncurkan di Maros.

Gerai pertama Donat ER untuk berjualan ada di Jalan Azalea, Turikale, Maros. Menumpang di selasar minimarket Gubernur Sayang Mart, Kopemda Maros. Sampai sekarang gerai itu masih ada. Hari ini sedang sangat ramai karena ada promo khusus ulang tahun; banting harga.

Read More

Owner Donat ER, Erni B mengisahkan, awalnya dia ragu dengan produknya. Kue jenis donat, manis, dan dengan harga agak di atas tidak diyakininya bakal laris di Maros. Namun pelan-pelan kekhawatirannya berkurang Bahkan kini relatif menghilang.

“Buktinya sudah dua tahun kami berproduksi. Membuat donat untuk teman ngopi atau ngeteh pelanggan kami,” tuturnya.

Apa rahasianya? Erni mengaku tidak ada. Hanya mempertahankan kualitas rasa. Di luar itu ada pengembangan varian. Terbaru dia dan kru membuat donat roti maros dan donat abon.

Hanya beberapa bulan setelah dirintis, Donat ER perlahan memperlebar pemasaran. Pernah buka beberapa gerai lagi, termasuk di Grand Mall, Batangase, namun kemudian ditutup ketika pesanan online lewat aplikasi justru mendominasi.

Hanya gerai di Azalea yang dipertahankan. Ditopang penjualan langsung dari rumah produksi di Kompleks Perhubungan, Batangase.

“Keputusan menutup beberapa gerai ibarat langkah mundur untuk melenting lebih jauh. Kami ingin membuka toko. Mohon doanya,” imbuh wanita yang seorang sarjana keperawatan itu.

Manajemen Donat ER juga sedang menimbang apakah akan mengembangkan usaha lewat jalur waralaba. Sebab, sudah ada sejumlah permintaan franchise dari beberapa daerah. Termasuk Makassar.

Meski begitu, Erni menegaskan bahwa kalau pun nanti ada jalan untuk ekspansi, Donat ER akan tetap berpusat di Maros. Dapur utama ada di daerah ini.

“Kami selalu bangga jika orang tahu Donat ER itu produk dari Maros. Dan akan selalu begitu,” imbuhnya.

Erni mengaku bahagia jika ada pelanggan yang sebelumnya menjadi pelanggan donat buatan brand besar di mal-mal, kini beralih ke Donat ER karena menilai rasa tak kalah, harga lebih murah.

Lantas berapa omzet Donat ER? Erni tidak menjawab angka. Tetapi katanya masih kecil. Sebab kapasitas mesin produksi juga belum besar. “Tetapi alhamdulillah sudah bisa menyerap empat tenaga kerja,” ungkapnya.

Ke depan, Erni tak punya impian muluk-muluk. Bisa memiliki toko sendiri dan mempekerjakan lebih banyak orang disebutnya sudah akan menjadi anugerah. Jika bisa lebih dari itu, dianggapnya sebagai bonus.

“Hampir lupa, saya mau mengucapkan terima kasih tak terhingga banyaknya untuk para pelanggan Donat ER. Kami bisa bertahan hingga sekarang karena keputusan mereka untuk lebih percaya pada produk lokal, buatan UMKM, usaha kecil-kecilan ini,” ucap Erni. (fik)

Penulis : | Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.